Batagor Bandung

Jajanan khas di Kota Bandung.

8/25/2012

10 Negara Banyak Utang yang Terancam 'Bangkrut'

Metta Pranata - detikfinance
Jumat, 24/08/2012 09:58 WIB

Jakarta - Ketika sebuah negara yang memiliki rasio utang terhadap GDP di atas 100% tidak sanggup membayar, apa yang akan terjadi? Seperti Belize dan Yunani, mereka mengancam para pemberi pinjaman untuk memangkas utangnya. Jika tidak, maka para investor di negara ini akan sama-sama menanggung kehancuran akibat gagal bayar utang.

Menurut IMF, ada 10 negara yang memiliki persentase utang terhadap GDP di atas 100%. Beberapa negara pengutang di daftar ini merupakan pemain besar di panggung global. Mereka cukup besar dan penting hingga ada kemungkinan mayoritas saham Anda diinvestasikan pada utang mereka atau Anda melakukan bisnis di sana.

Tenang saja, posisi Indonesia dengan rasio utang 26,9% masih jauh dari 'daftar merah'. Anda mungkin boleh khawatir setelah melihat data terakhir IMF (per Juli 2012) berikut ini. Negara mana saja yang terancam 'bangkrut' karena rasio utang terhadap GDP di atas 100%? Berikut ini daftar lengkapnya, seperti dilansir dari Daily Finance (24/8/2012):

1. Jepang

Negara berekonomi terbesar ketiga di dunia (berdasarkan GDP) ini kembali menduduki posisi puncak dengan rasio utang 230%. Tahun lalu, IMF mencatat rasio utang Jepang sebesar 229,77% dengan GDP US$ 5,869 triliun (Rp 55.700 triliun).

Menurut pendiri Daily Trading Report, Bran McFadden kepada CNBC, masalah besar Jepang adalah mereka kecanduan berutang dan lebih parah dari Eropa. Separuh pemasukan negara saat ini digunakan untuk membayar bunga pinjaman.

2. Yunani

Tidak mengejutkan melihat nama Yunani bertengger di posisi dua dengan rasio utang terhadap GDP sebesar 161%. Awal tahun ini, Yunani mengambil langkah berani dengan meminta pemberi pinjaman untuk memangkas utangnya sebanyak 46,5%. Kalau tidak, Yunani akan mengumumkan kebangkrutan. Sepanjang tahun 2011 Athens Stock Exchange Index sudah terpuruk sebanyak 63%.


3. Jamaika

Hingga Juli 2012, rasio utang Jamaika mencapai 139%. Tingginya utang Jamaika selalu disebut-sebut sebagai penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi dan membebani anggaran pemerintah setiap tahunnya. Pada 4 Februari 2010, Jamaika berhasil mendapat pinjaman dari IMF sebesar US$ 1,27 miliar untuk periode tiga tahun.


4. Libanon

Negara Timur Tengah ini menanggung rasio utang terhadap GDP 136%. Akibat konflik yang berkecamuk di Syria, pertumbuhan GDP Libanon turut anjlok menjadi hanya 1,5% saja sepanjang tahun 2011. Keputusan pemerintah Libanon untuk menaikkan minimum gaji sebanyak 35% Januari lalu setelah ditekan serikat buruh membuat IMF kesal.

Menurut Deputy Managing Director IMF, Nemat Shafik yang dikutip dari The Daily Star (24/8/2012), anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk menciptakan lapangan kerja baru jadi terpakai untuk menaikkan gaji orang-orang yang sudah punya pekerjaan.

5. Italia

Italia merupakan negara Uni Eropa kedua yang masuk daftar ini dengan rasio utang 120%. Kebutuhan pinjaman tahunan Italia untuk periode 2012 – 2013 diperkirakan mencapai 415 miliar euro. Stabilitas ekonomi Italia rentan pengaruh Yunani dan Spanyol, ditambah menurunnya minat investor luar negeri. Juli lalu Moody's memangkas peringkat obligasi Italia dua notch menjadi A3 atau mendekati status junk.


 6. Barbados

Negara Kepulauan Karibia ini menanggung rasio utang 117% dari GDP-nya dan menjalani program penghematan dalam 2 tahun terakhir untuk memenuhi target pengurangan defisit anggaran dari IMF. Pada Juli 2012, Standard & Poors memangkas peringkat utang Barbados dari investment grade menjadi 'junk' di BB+.


7. Portugal

Satu lagi negara Uni Eropa yang terlilit utang masuk ke daftar ini. Portugal dengan rasio utangnya yang mencapai 107% dari GDP US$ 248,98 miliar. Menurut Bank of Portugal, sekitar 31 miliar euro utang perusahaan jatuh tempo tahun ini. Jumlah tersebut setara dengan 40% dana bailout 3 tahun dari IMF dan Uni Eropa. Hampir semua sektor terlilit tumpukan utang, namun yang paling terpukul adalah sektor konstruksi. Pemerintah Portugal memperkirakan pertumbuhan GDP tahun ini 3,5%.


8. Irlandia

Negara anggota Uni Eropa ini termasuk salah satu yang lebih dulu terpuruk akibat lilitan utang. Dengan rasio utang 105%, pemerintah Irlandia berusaha mati-matian mengurangi defisit anggaran publik. Pada April 2012, lagi-lagi pemerintah Irlandia merevisi prediksi kenaikan GDP dari yang malah menurun. Dari tadinya 1,3% menjadi 0,7%.



9. Amerika

Negara ekonomi nomor satu di dunia (berdasarkan GDP) ini masuk daftar dengan rasio utang 103%. Demi mengimbangi pertumbuhan utang negara, AS harus mempertahankan pertumbuhan ekonomi minimal 6%. Presiden Barack Obama mempertimbangkan beberapa opsi, salah satunya menaikkan pajak golongan kaya untuk menambah pemasukan negara.


10. Singapura

Negara tetangga kita ini merupakan satu-satunya anggota ASEAN yang masuk daftar dengan rasio utang mencapai 101%. Di paruh pertama 2012, perusahaan-perusahaan Singapura mencatat kenaikan pinjaman sebesar 7%. Di Singapura, utang publik sebagian besar terdiri dari terbitan Singapore Government Securities untuk mendanai anggaran pensiun. Sejak 1980an, pemerintah Singapura tidak pernah mengajukan pinjaman untuk menutup defisit belanja anggaran.


8/16/2012

Peta Mudik Jawa dan Bali 2012 serta jalur tengah Jawa Barat



3/15/2012

Aa Gym, Teh Ninih & Teh Rini

"Kita sering tidak paham rahasia takdir Allah," kata Aa Gym.
VIVAnews- Da'i kondang Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym kembali menjadi perbincangan publik. Aa Gym memutuskan untuk rujuk dengan istri pertamanya, Ninih Muthmainnah atau Teh Ninih pada Selasa 13 Maret 2012.

Saat ditemui di kediaman istri keduanya, Teh Rini, Aa Gym membenarkan kabar itu. Sempat tersiar kabar bahwa Aa Gym juga berencana bercerai dari Teh Rini. Ditanya soal masalah itu, Aa Gym tak mau berkomentar panjang lebar.

”Iya, benar saya sudah menikah dengan teh Nini kemarin,” kata Aa Gym ditemui wartawan di rumah istri mudanya, Alfarini Eridani atau Teh Rini, di Griya Loka sektor 1,3 Blok UN No. 26 BSD, Tangerang Selatan, Rabu 14 Maret 2012.

Saat ditemui Aa Gym hendak pergi ke Turki untuk keperluan agama. Ketika ditanya kembali tentang rencana ke depan,  Aa Gym kembali tak mau berkomentar banyak. “Sudah ya, Aa berangkat dulu yah. Doakan saja semua ini jadi kebaikan” ujarnya.

Namun  saat Aa Gym hendak pergi, ia sempat mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan. Aa mengaku, Teh Rini lah yang memotivasinya untuk kembali rujuk dan menikah dengan Teh Ninih. Aa Gym mengatakan, semua yang terjadi adalah takdir Tuhan. Segala sesuatu, katanya, mengandung hikmah.

"Kita sering tidak paham rahasia takdir Allah. Paling penting dari waktu ke waktu kita berubah menjadi lebih baik,” katanya. (eh)


http://showbiz.vivanews.com/news/read/296315-aa-gym-rujuk-anjuran-teh-rini 

3/12/2012

Batagor Bandung ...

Batagor Bandung dan segelas Teh ...


3/09/2012

Refreshing Perspective( KLCBS), Bahira berkata “…ini adalah pemimpin seluruh alam”.

Ketika Muhammad SAW berusia dua belas tahun beliau diajak pamannya, Abu Tholib, berdagang ke Syam atau kini Suriah. Tiba di Bashra, masih wilayah Syam dan ibukota Hauran, saat itu merupakan ibukota negeri-negeri Arab yang berada di bawah pemerintahan Romawi, mereka bertemu seorang pendeta bernama Jarjis. Namun dikenal dengan nama Bahira. Saat rombongan Abu Tholib berhenti untuk beristirahat, Bahira menemui dan menyambut mereka layaknya tamu, padahal mereka belum pernah bertemu sebelumnya.

Tetapi Bahira mengenal Muhammad SAW melalui sifat-sifatnya. Sambil memegang tangan Muhammad, Bahira berkata “…ini adalah pemimpin seluruh alam”. Abu Tholib menanyakan alasan ucapan Bahira tersebut. Bahira mengatakan saat rombongan Abu Tholib turun dari bukit, seluruh batu dan pohon bersujud. Benda-benda itu tidak akan bersujud kecuali pada seorang Nabi. Bahira berkata ia mengenal pertanda itu melalui cap kenabian yang ada di tulang pundak Muhammad SAW  ....

Selengkapnya di:

3/08/2012

Garuda Indonesia Terpilih Jadi Best International Airline

Maskapai Garuda Indonesia ditetapkan sebagai "The Best International Airline" oleh Roy Morgan, lembaga riset internasional independen yang berkedudukan di Australia. Lembaga riset ini telah beroperasi selama 70 tahun.

Vice President Corporate Communications PT Garuda Indonesia Tbk, Pujobroto, dalam siaran persnya Rabu (7/3/2012), mengatakan, penetapan oleh Roy Morgan tersebut didasari riset dari Februari 2011 hingga Januari 2012 terhadap 3.943 responden yang diminta untuk memberikan penilaian terhadap produk dan layanan perusahaan penerbangan dunia.

Dari 3.943 responden yang merupakan pengguna jasa penerbangan internasional, sebanyak 91 persen diantaranya menyatakan sangat puas terhadap layanan Garuda Indonesia.

Pujobroto menambahkan, penilaian yang diberikan oleh para responden terhadap Garuda melebihi penilaian terhadap perusahaan-perusahaan penerbangan dunia lain macam Singapore Airlines, Air New Zealand, Emirates, dan Cathay Pacific. 
 

3/06/2012

Indonesia Punya Potensi Besar untuk Sukses

"Kita lihat akarnya sudah ada, tunasnya pun sudah mulai muncul."

VIVAnews - Sebagai negara berpopulasi padat dengan penetrasi Internet yang terus meningkat, Indonesia merupakan salah satu negara yang berharap mampu memiliki ‘Silicon Valley’ sendiri dengan berbagai startup, khususnya berbasis teknologi, yang akan menjadi perusahaan skala besar.

Menurut Bill Reichert, Managing Director Garage Technology Ventures, lembaga yang fokus mendanai para entrepreneur yang akan membangun bisnis yang hebat, banyak hal yang perlu dilakukan. Meski begitu, Indonesia memiliki potensi ke arah sana.

VIVAnews.com berkesempatan mewawancarai Reichert, 16 Januari 2012 lalu. Berikut petikannya:

Sektor apa yang paling menarik untuk digarap oleh startup di Indonesia? Apa alasannya?Saya rasa sektor energi dan sumber daya yang dapat diperbarui, serta sektor lingkungan sangat menarik untuk technopreneurship di Indonesia. Sebab, Indonesia punya sumber daya yang sangat besar sehingga saya rasa sektor ini paling menarik untuk digarap.

Namun saya rasa akan sangat bagus bagi mahasiswa, pemerintah, pengusaha, dan masyarakat jika mereka mendukung technopreneurship tak hanya di sektor itu saja, melainkan di semua sektor di entrepreneurship yang ada. Entah itu sektor medis, teknologi informasi, komunikasi, atau ekonomi. Semua sektor di Indonesia perlu dikembangkan, tentu saja.

Apa saja faktor menjadi kendala technopreneurship di Indonesia?Ada dua kendala terbesar technopreneurship Indonesia, yaitu dalam hal pendidikan dan ekosistem. Berdasarkan pengamatan saya yang masih terbatas, teknik-teknik entrepreneurship yang dimiliki Indonesia tidak berkembang sebaik negara lain yang technopreneurship-nya juga tengah menggeliat.

Sebenarnya Indonesia masih perlu banyak berbenah guna mengembangkan pendidikan entrepreneurship dalam berbagai bidang, baik dalam sains, teknologi, atau teknik. Pembenahan harus dilakukan supaya lebih banyak mahasiswa yang terjun ke dalam bidang entrepreneurship sehingga bidang ini dapat berkembang dengan lebih baik.

Ada satu cara untuk mengetahui entrepreneurship yang sukses. Entrepreneurship yang sukses pasti memiliki beberapa elemen seperti pelatihan, mentor, program, dan investor yang mendukung kelangsungan usaha mereka. Semua elemen itulah yang pasti ada dalam kisah sukses tiap entrepreneur, yang tentunya tak diraih dalam waktu singkat.

Saya lihat, Indonesia sudah mulai menunjukkan perkembangan dalam pengadaan wadah untuk entrepreneur. Kita lihat akarnya sudah ada, tunasnya pun sudah mulai muncul. Semoga untuk ke depannya, tunas yang sudah muncul ini bisa tumbuh lebat.

Selain jumlah penduduk yang besar dan penetrasi Internet yang terus meningkat, apa yang membuat perusahaan venture capital tertarik berinvestasi di Indonesia dibanding di negara-negara lain?Kelebihan Indonesia adalah adanya pasar internal yang sangat besar. Namun pada beberapa negara, jika tidak hati-hati hal itu justru menjadi bumerang karena mereka jadi sulit mengglobal. Lihat saja contohnya di Selandia Baru. Mereka memiliki komunitas entrepreneur sendiri, namun jadi sulit untuk mengglobal.

Dalam hal ini, pasar dalam negeri Indonesia punya potensi besar untuk sukses baik lokal ataupun global. Jadi kami mendorong setiap negara, terutama Indonesia, untuk berpikir dan bertindak seglobal mungkin.

Jika sudah ada pasar yang besar serta dukungan yang besar dari dalam negeri, hal ini akan lebih bagus karena akan sangat membantu perkembangannya. Masyarakat dan pemerintah Indonesia dalam hal ini sudah mulai menunjukkan dukungannya.

Apakah Indonesia mungkin memiliki Silicon Valley sendiri?
Indonesia bukan satu-satunya negara yang ingin memiliki Silicon Valley sendiri. Saya, misalnya, pernah mengunjungi Rusia, Australia, dan Selandia Baru sebelum akhirnya ke Indonesia. Tiap-tiap negara yang saya kunjungi selalu mengutarakan keinginan mereka untuk menjadi Sillicon Valley berikutnya.

Menurut pendapat saya, mendirikan Silicon Valley yang bisa menyamai Silicon Valley di AS bukan merupakan tindakan yang tepat. Mendirikan Silicon Valley bukan perkara mudah. Mendirikan replikanya apalagi, sulit sekali. Yang membuat Silicon Valley bagus adalah karena di dalamnya juga terdapat banyak sumber daya yang bagus.

Yang lebih penting sekarang adalah fokus pada pengembangan kekuatan dan kemampuan teknologi terlebih dahulu, juga beberapa elemen yang krusial seperti pendidikan dan dukungan entrepreneurship.

Indonesia pada akhirnya bisa membangun Sillicon Valley sendiri, tapi yang unik dengan ciri khas Indonesia. Ciri khas di sini adalah yang sesuai dengan perkembangan dan tren teknologi ayng berkembang di Indonesia. Jangan lupa, Anda juga berkompetisi dengan bangsa lain di seluruh dunia yang juga ingin membangun Silicon Valley.

Bagaimana dari sisi regulasi? Apakah undang-undang yang ada sudah cukup untuk mengakomodasi start up untuk berkembang?
Sejujurnya saya tidak bisa berkomentar banyak soal ini, karena saya sendiri kurang begitu mengetahui undang-undang di Indonesia. Banyak jenis undang-undang yang berkenaan dengan entrepreneurship. Misalnya, undang-undang yang berkenaan dengan sektor pajak, modal, ekspor-impor, dan investasi tentu saja tidak sama satu dengan lainnya. Saya tidak cukup tahu mengenai masalah ini.

Apa saja modal yang dibutuhkan oleh startup di Indonesia untuk memulai bisnis?
Indonesia sudah mengambil langkah awal yang sangat bagus. Dengan caranya masing-masing, para startup Indonesia sudah mampu membuat bisnis mereka 'terlihat', setidaknya untuk pangsa pasar dalam negeri.

Ada hal-hal yang sulit direplika dari Silicon Valley. Di Palo Alto, Silicon Valley adalah tempat yang seluruhnya terdiri atas teknologi canggih. Tak ada jenis bisnis lain di Silicon Valley yang tidak berhubungan dengan teknologi. Misalnya saja, tak ada perbankan, karena Silicon Valley adalah tempatnya teknologi. Kota-kota lain tentu saja sudah memiliki bisnis mereka sendiri, bukan?

Jika mereka ingin menjadi Silicon Valley, secara tak langsung artinya mereka juga harus mengubah kultur mereka. Ini tak bagus, karena sejatinya setiap kota memiliki bisnis sendiri sesuai tren yang berkembang di tempat mereka.

Di Indonesia, sudah mulai bermunculan event-event yang mendukung entrepreneurship dalam berbagai bidang, termasuk technopreneurship. Sponsornya juga tak main-main, bisa merupakan salah stau bank terbesar di Indonesia misalnya. Hal ini sangat langka di seluruh dunia.

Di AS sendiri, hal semacam ini baru mulai marak beberapa tahun belakangan. Perusahaan-perusahaan besar mensponsori event untuk mendukung pertumbuhan entrepreneurship, di AS masih berupa hal baru. Namun sekali lagi, di negara lain dukungan semacam ini sangat langka. Jadi saya pikir Indonesia sudha mengambil langkah awal yang sangat bagus.

Untuk lebih mengembangkan itu, dibutuhkan pula bantuan media. Siarkan berita ini di koran, stasiun televisi, atau situs berita. Perbanyak berita tentang inovasi baru yang diciptakan kawula muda dalam entrepreneurship. (eh)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites